Langkah ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan sebuah upaya nyata akademisi untuk turut serta menjaga warisan budaya lokal yang sarat makna filosofis.
Simbolisasi Padasan: Antara Kesucian dan Tradisi
Dalam penyerahan ini, Padasan dipilih sebagai objek hibah karena nilai historis dan fungsinya yang vital. Padasan adalah tempat penampungan air tradisional yang terbuat dari tanah liat (gerabah), yang secara turun-temurun digunakan umat Islam di Cirebon untuk berwudhu sebelum melaksanakan ibadah salat. Padasan yang dihibahkan ini merupakan karya asli pengrajin dari daerah Sitiwinangun, Cirebon, sebuah kawasan yang dikenal sebagai sentra produksi gerabah bersejarah. Dengan menempatkan Padasan di area Masjid Merah Panjunan, FISIP UNTAG Cirebon berharap dapat menghidupkan kembali nuansa tradisional sekaligus mendukung perekonomian pengrajin lokal. Penggunaan tanah liat pada Padasan juga dipercaya memberikan kesejukan alami pada air wudhu, menambah kekhusyukan bagi para jamaah.

Implementasi Rencana Strategis Fakultas
Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari visi dan misi fakultas. Sesuai dengan dokumen Rencana Strategis (Renstra) 2024-2028, salah satu misi utama FISIP UNTAG Cirebon adalah “Mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat secara edukatif, konsisten dan terprogram dalam bidang ilmu administrasi negara dan ilmu administrasi niaga”1. Lebih lanjut, kegiatan ini selaras dengan strategi fakultas dalam meningkatkan mutu pengabdian kepada masyarakat. FISIP UNTAG Cirebon berupaya untuk “meningkatkan kepedulian dan empati dalam membantu memberdayakan organisasi masyarakat sehingga pengalaman dan keahlian yang diperoleh dapat membantu memperbaiki kinerja organisasi”2. Dalam konteks ini, Masjid Merah Panjunan sebagai organisasi keagamaan dan cagar budaya menjadi mitra strategis dalam membangun sinergi antara kampus dan masyarakat.
Membangun Sinergi, Merawat Sejarah
Masjid Merah Panjunan dikenal dengan arsitektur bata merahnya yang khas dan sarat nilai sejarah. Kehadiran Padasan Sitiwinangun di area masjid ini diharapkan dapat memperkuat identitas Cirebon sebagai kota wali yang menjunjung tinggi tradisi.
Melalui kegiatan ini, FISIP UNTAG Cirebon menegaskan posisinya tidak hanya sebagai menara gading keilmuan, tetapi juga sebagai bagian integral dari masyarakat Cirebon yang peduli terhadap pelestarian nilai-nilai luhur.


0 Comments